- menjaga amal ibadah
- solat malam - taubat, hajat, tahajud, witir
- istighfar & zikir
- memaafkan semua orang
- redha & tak mudah patah semangat
- tidak memperkecilkan kebolehan anak
- tegas dalam mendidik anak (waktu belajar, mengaji, makan, tidur, riadhah, dll)
- lebihkan belaian positif
- belajar menjadi kawan kepada anak
- memberi sentuhan kepada semua anak
- sentiasa anggun & menawan
- rumahtangga harmoni & penuh kasihsayang
- menegur secara positif & merangsang
- mendidik anak dengan cemerlang
- memastikan keberkatan rezeki yang dibawa pulang
- sanggup berkorban utk anak2
- sifat kejiranan yg mantap (doa, bantu, maaf, bahagia, membangunkan)
- solat sunat ba'diah & qabliah
- solat dhuha setiap hari
- disiplin tinggi
- berhubung baik dgn guru2 anak2
- bentuk budaya cintakan ilmu
- berdoa secara positif
Islamic Widget
Khamis, 11 Februari 2010
Amalan Ibu Bapa Cemerlang
Isnin, 8 Februari 2010
SelaMaT MenemPuh imtihan.. semoga berjaya
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ:Ibn 'Abbas reported that Allah's Apostle (may peace be upon him) used to supplicate during the time of trouble (in these words):" There is no god but Allah, the Great, the Tolerant, there is no god but Allah, the Lord of the Magnificent Throne There is no god but Allah, the Lord of the Heaven and the earth, the Lord of the Edifying Throne."
Hadis Ibnu Abbas r.a:
Nabi s.a.w selalu berdoa setiap kali mendapat kesusahan. Di mana doanya:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
HADIS : RIWAYAT MUSLIM
KITAB : ZIKIR, DOA, TAUBAT DAN ISTIGHFAR
Mahalnya setitis airmata

Wanita terlalu lemah. Wanita tidak sekuat lelaki. Wanita mudah mengalirkan airmata.
Wanita penuh emosi. Namun itulah nikmat kata sahabatku. Nikmat menjadi seorang wanita ujarnya lagi.
Berinteraksi dengan ramai wanita sekarang ini membuatkan aku lebih mengenali kaumku sendiri. Walaupun aku adalah wanita namun aku dapat mengumpulkan fakta sebanyak mungkin bahawa beginilah fitrahnya seorang wanita. Namun, ada sebahagian wanita yang mampu melindungi semua sifat itu dengan perisai tabah, sabar dan redho sehingga tidak nampak langsung bayangan goyahnya. Wanita-wanita sebegini mengikut jejak srikandi dahulu kala yang meletakkan Allah di hadapan segala-galanya.
Airmatanya dilindungi dari menitis di khalayak. Luka hatinya ditutupi sehingga berhadapan orang ramai umpama tiada masalah. Mampu tersenyum bahagia sehingga aura itu menimpai sesiapa sahaja yang melihatnya. Kata-kata indah terukir cantik keluar dari butir katanya.
Terlalu banyak keluhan wanita tentang rasa hati yang kubaca saban hari. Aku turut sedih dengan keluhan itu namun hanya mampu berdoa dan meng'amin'kan agar sinar bahagia menanti mereka di hujung sana. Bahagia jika tidak dikecapi di dunia tetapi di akhirat sana.
Entah apa hikmah-Nya aku turut terheret sama menjadi pembaca setia akan masalah-masalah itu sepertimana pinta mereka. Masalah antara dua jantina yang kian lebat rimbunnya. Jika lidah suami isteri lagikan tergigit. Inikan pula lidah pasangan yang belum diijabkabulkan.
Sabar. Hanya itu penenangnya. Bergantung kepada DIA yang tahu apa yang terbaik untuk kita. Redho itu penawarnya. Segala sakit dan penderitaan itu akan sembuh seperti sediakala.
Jangan dibazirkan airmata kerana cinta dunia. Airmata itu bakal menjadi saksi jika menangis kerana takutkan DIA.
Selasa, 2 Februari 2010
Kau iLHaMku- Habib Umar Ben Hafidz
Habib Umar bin Hafiz, Ulama Habaib Terkenal Masa Kini
DENGAN KEDATANGAN HABIB UMAR KE MALAYSIA PONDOK HABIB AKAN MEMAPARKAN ARTIKEL2 BERKAITAN BELIAU SEBELUM INI.
Habib Umar bin Hafiz, Ulama Habaib Terkenal Masa Kini
Beliau ialah Habib Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abdullah putera dari Abi Bakr putera dari Aidarus putera dari Hussein putera dari Syeikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari Abdullah putera dari Abdul Rahman putera dari Abdullah putera dari Syeikh Abdul Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Dawilah putera dari Ali putera dari Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari Ali putera dari Muhammad Shahib Mirbat putera dari Ali Khali Qasam putera dari Alawi putera dari Muhammad putera dari Alawi putera dari Ubaidillah putera dari Imam al-Muhajir Ahmad putera dari Isa putera dari Muhammad putera dari Ali al-Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari Ali Zainal Abidin putera dari Hussein sang cucu lelaki, putera dari pasangan Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah az-Zahra puteri dari Rasul Muhammad s.a.w..Beliau dilahirkan di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu
Ayahnya ialah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran Islam dan pengajaran hukum suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua datuk beliau, Habib Salim bin Hafiz dan Habib Hafiz bin Abdullah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi Habib Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.
Beliau telah mampu menghafal al-Quran pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadis, bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin Alawi bin Shihab dan Syeikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan zikir.
Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, dia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk majlis-majlis dan dakwah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal al-Quran dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.
Dia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.
Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang mulia Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Syafie, Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya dia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Dia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang dakwah.
Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan serban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w..
Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan dakwah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.
Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari Habib Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan RasulNya s.a.w. dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni Habib Ahmad Mashur al-Haddad dan Habib Attas al-Habshi.
Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.
Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.
Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka.
Habib Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.
Sumber : Taman Habaib
Sabtu, 26 Disember 2009
HiJRaH : Muharam -Doa,Peristiwa-peristiwa penting, Amalan-amalan sunat,Kisah Hijrah, Tentang Kaabah, Nama-nama Kaabah
MUHARAM adalah bulan pertama dalam tahun Islam (Hijrah). Sebelum Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Yathrib, kiraan bulan dibuat mengikut tahun Masihi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam sama ada dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.
Pada asasnya, Muharam membawa maksud 'diharamkan' atau 'dipantang', iaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91). Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan berkenaan.
| Doa akhir tahun: |
: dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.
Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata:
"Kesusahan bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini dan Allah binasakan aku satu saat jua. Dengan sebab membaca doa ini, Allah ampunkan dosanya setahun."
Berikut adalah Doa Akhir Tahun:
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.
Ya allah, sesungguhnya pada tahun ini aku telah melakukan laranganMu tetapi aku masih belum bertaubat sedangkan Engkau tidak reda dan melupai perkara itu. Engkau telah menangguhkan azabMu yang telah ditetapkan kepadaku. Engkau telahmemerintah supaya aku bertaubat dari kesalahan itu. Sesungguhnya pada hari ini aku memohon keampunan dariMu, ampunilah aku dan apa yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau redai dan Engkau janjikan pahala maka aku memohonnya daripada Engkau. Ya Allah, Ya Karim, Ya Zaljalali Wal Ikram.
Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya. Segala puji hanya bagi Allah, tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam...Amin...
Waktu membacanya:
Doa akhir tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah. Sesiapa yang membaca doa ini maka akan berkata syaitan, "Kesusahan bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada tahun ini dan Allah akan membinasakan aku pada saat itu juga. Dengan membaca doa ini allahakan engampunkan dosanya setahun."
| Doa awal tahun: | |
: dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam satu Muharram.
Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata:
"Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan."
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.
Ya Allah, Engkaulahyang kekal abadi untuk selama-lamanya. Demi kelebihanMu yang Maha Agong dan kemurahanMu yang melimpah, sesungguhnya pada tahun ini aku memohon kepadaM perlindungan daripada syaitan yang direjam, dari sekalan kuncunya, tenteranya dan penolongnya. aku juga memohon perlindungan daripada nafsu amarah yang sentiasa mendoong ke arah kejahatan danmelalaikan dengan perkara yang tidak berfaedah daripada mendekatkan diriku kepadaMu.
Selawat serta salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan paa sahabat. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam....Amin...
Waktu membacanya:
Doa ini dibaca 3 kali setelah masuk waktu maghrib pada malam 1 Muharram, Sesiapa yang membaca doa ini maka akan berkaa syaitan, "Telah amanlah anak Adam daripada godaanku pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua malaikat untuk memeliharanya dari fitnah syaitan."
| Peristiwa-peristiwa penting: |
1 Muharam - Khalifah Umar Al-Khattab mula membuat penetapan kiraan bulan dalam Hijrah.
10 Muharam - Dinamakan juga hari 'Asyura'. Pada hari itu banyak terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilan dan kebenaran.
Pada 10 Muharam juga telah berlaku:
- Nabi Adam bertaubat kepada Allah.
- Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
- Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
- Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud.
- Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
- Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
- Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur dipulihkkan Allah.
- Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritainya.
- Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
- Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
- Kesalahan Nabi Daud diampuni Allah.
- Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
- Hari pertama Allah menciptakan alam.
- Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
- Hari pertama Allah menurunkan hujan.
- Allah menjadikan 'Arasy.
- Allah menjadikan Luh Mahfuz.
- Allah menjadikan alam.
- Allah menjadikan Malaikat Jibril.
- Nabi Isa diangkat ke langit.
| Amalan-amalan sunat: | |
Antara amalan disunatkan pada bulan Muharam:
- Berpuasa. Maksud Hadis: Barang siapa berpuasa satu hari dalam bulan Muharam pahalanya seumpama berpuasa 30 tahun.Maksud Hadis: Barang siapa yang berpuasa tiga hari dalam bulan Muharam, iaitu hari Khamis, Jumaat dan Sabtu, Allah tulis padanya pahala seperti mana beribadat selama 2 tahun.
- Banyakkan amal ibadat seperti solat sunat, zikir dan sebagainya.
- Berdoa akhir tahun pada hari terakhir bulan Zulhijah selepas Asar sebanyak 3X
- Berdoa awal tahun pada 1 Muharram selepas Maghrib 3X
| Empat belas perkara sunat dilakukan pada hari Asyura (10 Muharram): |
- Melapangkan masa/belanja anak isteri. Fadilatnya - Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.
- Memuliakan fakir miskin. Fadilatnya - Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti.
- Menahan marah. Fadilatnya - Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang redha.
- Menunjukkan orang sesat. Fadilatnya - Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya.
- Menyapu/mengusap kepala anak yatim. Fadilatnya - Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi tiap-tiap rambut yang disapunya.
- Bersedekah. Fadilatnya - Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.
- Memelihara kehormatan diri. Fadilatnya - Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.
- Mandi Sunat. Fadilatnya - Tidak sakit (sakit berat) pada tahun itu. Lafaz niat: "Sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala."
- Bercelak. Fadilatnya - Tidak akan sakit mata pada tahun itu.
- Membaca Qulhuwallah hingga akhir 1,000X. Fadilatnya - Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmah di akhirat nanti.
- Sembahyang sunat empat rakaat. Fadilatnya - Allah akan mengampunkan dosanya walau telah berlarutan selama 50 tahun melakukannya. Lafaz niat: "Sahaja aku sembahyang sunat hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala." Pada rakaat pertama dan kedua selepas Fatihah dibaca Qulhuwallah 11X.
- Membaca "has biallahhu wa nik mal wa keel, nikmal maula wa nikmannaseer". Fadilatnya - Tidak mati pada tahun ini.
- Menjamu orang berbuka puasa. Fadhilat - Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.
- Puasa. Niat - "Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala." Fadilat - Diberi pahala seribu kali Haji, seribu kali umrah dan seribu kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.
| Kisah Hijrah: |
RASULULLAH (SAW) berusia 40 tahun apabila malaikat Jibrail (as) melawat baginda ketika baginda sedang berkhalwat di Gua Hira. Jibrail memberitahu Nabi Muhammad, baginda diangkat oleh Allah SWT sebagai rasul untuk seluruh umat manusia.
Pada peringkat awal, Rasulullah hanya memperkenalkan Islam kepada sahabat terdekat dan ahli keluarga baginda. Apabila baginda menerima perintah daripada Allah SWT supaya berdakwah secara terbuka, baginda segera akur.
Baginda mengumpul beberapa pengikut di Makkah. Begitupun, kumpulan kecil Muslim itu terdedah kepada maut berikutan ancaman daripada kaum kafir, terutama bangsa Quraish, yang menyeksa mereka dengan teruk.
Bagi mengelakkan ancaman itu, Rasulullah SAW mengarahkan pengikutnya supaya keluar dari Makkah secara senyap-senyap ke Madinah (ketika itu dikenali sebagai Yathrib). Mereka meninggalkan keluarga yang kafir dan harta benda dan disambut dengan mesra oleh penduduk Madinah.
Satu hari pada tahun 622SM, iaitu kira-kira 12 selepas berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW diberitahu kaum kafirun Makkah merancang membunuh baginda untuk memusnahkan Islam. Rasulullah menunggu perintah daripada Allah SWT. Malaikat Jibrail (as) menemui baginda untuk memberitahunya Allah SWT mengarahkan baginda supaya meninggalkan Madinah pada waktu malam.
Berikutan itu, baginda menemui sahabat baiknya Abu Bakar as-Siddiq (ra) dan memintanya supaya menemani baginda dalam perjalanan itu. Rasulullah juga memberitahu rancangan baginda kepada Ali bin Abi Talib (ra). Baginda memberitahunya: "Saya akan berhijrah tetapi anda perlu mengambil tempat saya di rumah." Ali (ra) tanpa banyak soal menuruti permintaan Rasulullah (SAW) walaupun menyedari bahaya bakal dihadapinya.
Malam itu, sekumpulan Quraish mengepung rumah Rasulullah (SAW). Mengintai melalui lubang di pintu, mereka nampak seseorang sedang tidur di atas katil Rasulullah (SAW). Mereka begitu yakin Rasulullah tidak dapat melepaskan diri dan mereka pasti dapat membunuh baginda. Apabila fajar menjelang, mereka terperanjat melihat Ali (as) dan bukannya Rasulullah (SAW) bangun dari katil itu.
Mereka terpinga-pinga memikirkan bila Rasulullah (SAW) keluar dari rumah itu.
Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) keluar dari Makkah pada malam itu juga. Tiada siapa mengetahui arah tujuan mereka dan tiada siapa tahu tempat persembunyian mereka kecuali Abdullah dan anak-anak Abu Bakr, Aishah dan Asma, serta orang gaji mereka, Abdullah. Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr bersembunyi dalam sebuah gua di Gunung Thaur. Selama tiga hari mereka berada dalam gua itu.
Apabila kaum Quraish menghampiri gua itu untuk mencari Rasulullah (SAW) tetapi mereka tidak memasukinya. Mereka yakin Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) tidak berada di dalam kerana mulut gua itu dilitupi oleh benang sarang labah-labah dan sepasang burung merpati. Allah SWT membantu dua insan ini, melindungi mereka daripada bahaya. Kumpulan Quraish kemudian meninggalkan gua itu dan bersetuju untuk pulang ke Makkah.
Yakin musuh sudah beredar, Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) meneruskan perjalanan dengan menaiki unta dibawa oleh orang gaji mereka, Abdullah. Ketiga-tiga mereka menggunakan laluan tidak diketahui ramai untuk ke Madinah bagi mengelakkan kumpulan pemburu Quraish. Mereka meredah gunung, bukit dan gurun di bawah perit matahari tetapi mereka tidak pernah berputus asa. Mereka meletakkan segala kepercayaan kepada Allah SWT.
Sementara itu, kaum Quraish di Makkah semakin marah dengan kehilangan Rasulullah (SAW). Mereka menawarkan hadiah kepada sesiapa yang dapat menangkap Rasulullah (SAW). Ramai yang mencuba nasib tetapi semuanya gagal.
Akhirnya dengan perlindungan Allah SWT, Rasulullah (SAW) dan sahabatnya tiba perkampungan kaum Bani Sabin yang menyambut mereka dengan gembira. Setelah sekian lama, Rasulullah (SAW) dan sahabatnya akhir merasakan kehadiran harapan untuk masa depan.
Ketika Rasulullah (SAW) dan sahabatnya dalam perjalanan, penduduk Islam yang sudah berpindah ke Madinah sebelum ini mendengar berita mengenai kedatangan pemimpin mereka itu. Malah penduduk Madinah yang baru memeluk Islam juga gembira dapat bertemu Rasulullah (SAW). Jelaslah, sebelum tibanya Rasulullah di Madinah, Islam semakin kukuh di tempat baru itu, sesuatu yang tidak berlaku ketika berada di Makkah.
Maka pada satu hari Jumaat yang ceria, Rasulullah (SAW) akhirnya diumumkan sudah tiba di Madinah. Kaum Muslim semua keluar untuk menyambut baginda. Rasulullah (SAW) menunaikan solat di sebuah masjid di Lembah Ranuqna, tempat semua umat Islam berkumpul untuk melihat kelibat lelaki mereka sanjungi itu.
Bertitik tolak dari itu, Rasulullah (SAW) mula membina sebuah negara Islam yang megah. Baginda memupukkan persaudaraan di kalangan umat Muslim dan menyeru mereka supaya menegakkan yang hak dan mengikut segala perintah Allah SWT.
Kesan daripada penghijrahan Rasulullah (SAW) dari Makkah ke Madinah adalah satu catatan penting sehingga umat Islam menjadikan peristiwa bersejarah ini sebagai permulaan kalendar Islam.
| Tentang Kaabah: |
Kaabah: Saiz dan Sejarahnya
Saiz Kaabah: Tinggi Kaabah ialah 39 kaki, 6 inci dan keseluruhannya saiznya ialah 627 kaki persegi.
Bilik di dalam Kaabah ialah 13X9 meter. Dinding Kaabah adalah seluas satu meter. Lantai di dalam ialah 2.2 meter lebih tinggi daripada tempat orang ramai mengerjakan tawaf.
Siling dan bumbung diperbuat daripada kayu.
Dindingnya diperbuat daripada batu. Dinding di dalam tidak dikilat manakala yang di luar adalah berkilat.
Bangunan kecil ini dibina dan dibina semula oleh Rasul-rasul Adam, Ibrahim, Ismail dan Muhammad. Tiada bangunan lain mempunyai penghormatan ini.
Adakah anda mengetahui Kaabah pernah dilanda oleh malapetaka seperti bah selain serangan manusia?
| Nama-nama Kaabah: |
Dalam bahasa Arab, Kaabah bermakna sebuah tempat tinggi yang dihormati dan penuh kebesaran. Perkataan Kaabah boleh juga bermakna kiub.
Nama-nama lain adalah:
- Bait ul Ateeq - bermakna paling awal dan lama. Ia juga bermakna bebas dan merdeka. Kedua-dua makna boleh diterima.
- Bayt ul Haram - rumah dihormati.
Kaabah dibina semula 12 kali.
Para akademik dan sejarahwan berkata Kaabah dibina semula antara lima hingga 12 kali.
Pembinaan pertama Kaabah dilakukan oleh Nabi Adam (as). Allah SWT menyatakan dalam al-Quran Kaabah adalah rumah pertama dibina untuk manusia menyembah Allah SWT.
Selepas itu, Nabi Ibrahim (as) dan Ismail (as) membina semula Kaabah. Ukuran Kaabah diasaskan oleh Ibrahim adalah seperti berikut:
- Dinding Timur adalah 48 kaki dan 6 inci
- Dinding Hatim adalah 33 kaki
- Dinding antara hajar aswad dan sudut Yamani adalah 30 kaki
- Dinding Barat adalah 46.5 kaki
Selepas ini berlaku beberapa pembinaan semula sebelum masa Rasulullah (SAW). Nama-nama Kaabah:
Dalam bahasa Arab, Kaabah bermakna sebuah tempat tinggi yang dihormati dan penuh kebesaran. Perkataan Kaabah boleh juga bermakna kiub.
Nama-nama lain adalah:
- Bait ul Ateeq - bermakna paling awal dan lama. Ia juga bermakna bebas dan merdeka. Kedua-dua makna boleh diterima.
- Bayt ul Haram - rumah dihormati.
Kaabah dibina semula 12 kali.
Para akademik dan sejarahwan berkata Kaabah dibina semula antara lima hingga 12 kali.
Pembinaan pertama Kaabah dilakukan oleh Nabi Adam (as). Allah SWT menyatakan dalam al-Quran Kaabah adalah rumah pertama dibina untuk manusia menyembah Allah SWT.
Selepas itu, Nabi Ibrahim (as) dan Ismail (as) membina semula Kaabah. Ukuran Kaabah diasaskan oleh Ibrahim adalah seperti berikut:
- Dinding Timur adalah 48 kaki dan 6 inci
- Dinding Hatim adalah 33 kaki
- Dinding antara hajar aswad dan sudut Yamani adalah 30 kaki
- Dinding Barat adalah 46.5 kaki
Selepas ini berlaku beberapa pembinaan semula sebelum masa Rasulullah (SAW).
Pembinaan semula Kaabah oleh kaum Quraish
Rasulullah mengambil bahagian dalam salah satu daripada pembinaan semula ini sebelum baginda menjadi Rasul. Selepas satu banjir kilat, Kaabah mengalami kerosakan dan dindingnya retak. Ia perlu dibina semula. Tugas ini dibahagikan antara empat puak Quraish. Rasulullah turut membantu dalam usaha pembinaan semula ini. Setelah dinding-dindingnya dibina semula, tiba masanya batu hajar aswad diletak semula di tempatnya di dinding Timur Kaabah.
Pertelingkahan berlaku apabila tiba masa untuk menentukan siapa mendapat penghormatan meletakkan batu hajar aswad itu. Apabila pertelingkahan hampir bertukar menjadi pergaduhan, Abu Umayyah, penduduk tertua Makkah, mencadangkan agar lelaki pertama yang memasuki pagar masjid pagi keesokkannya akan menentukan perkara berkenaan. Lelaki itu ialah Rasulullah. Penduduk Makkah bergembira. "Ia adalah al-Amin. Ia adalah Muhammad," jerit mereka. Baginda menghampiri mereka lalu mereka memintanya supaya memutuskan perkara itu. Baginda bersetuju.
Rasulullah mencadangkan agar batu hitam itu diletak di atas sehelai kain, setiap bucu kain dipegang oleh seorang pemimpin puak. Kain itu diangkat ke tempat batu itu hendak diletak. Rasulullah kemudian mengambil batu itu dan meletakkannya di tempatnya di dinding Kaabah.
10 MuhaRam: Sejarah & kelebihannya
Pembaca yang dirahmati Allah,
Dalam bulan Muharram hari yang paling bertuah ialah hari ke-10 atau lebih dikenali dengan nama Hari Asyura’. Pada hari tersebut kita disunatkan berpuasa. Malah dalam Mazhab Imam Hanafi puasa hari ke-10 dalam bulan Muharram ini adalah satu-satunya fardhu puasa yang pertama sebelum difardhukan puasa bulan Ramadhan.
Hadith daripada Aisyah:
Sesiapa ingin berpuasa (sunat 10 Muharram) maka bolehlah dia berpuasa. Dan sesiapa yang tak ingin berpuasa maka boleh dia tinggalkan”. Hadith riwayat Bukhari dan Muslim.
Malah dalam sebuah hadith riwayat Muslim Nabi berpuasa pada 10 Muharram kerana pada hari tersebut diselamatkan Nabi Musa a.s daripada lemas dan juga daripada buruan Firaun.
KELEBIHAN
Baginda bersabda: “Berpuasa sunat pada 10 Muharram akan menghapuskan dosa setahun sebelumnya”. Riwayat Muslim.
BEZAKAN PUASA DENGAN ORANG YAHUDI……. Oleh kerana orang Yahudi juga berpuasa pada 10 Muharram maka disunatkan umat Islam berpuasa sejak 9 Muharram lagi bagi membezakan dengan puasa orang Yahudi. Hadith ini dikhabarkan oleh Ibnu Abbas dalam sebuah hadith riwayat Muslim dan Abu Daud. Atau kalau tidak dapat dikerjakan pada 9 Muharram maka boleh juga digandingkan 10 Muharram dengan 11 Muharram.
SEJARAH 10 MUHARRAM
Imam al-Ghazali menyebut dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub bahawa pada tarikh tersebut:
+ Terbunuhnya Sayyidina Hussain (cucu Nabi) di Karbala’.
+ Diterima taubat Nabi Adam a.s.
+ Dicipta Adam a.s.
+ Dimasukkan Adam a.s ke dalam syurga.
+ Dicipta arasy, Kursi, langit, matahari, bulan, bintang-bintang.
+ Dilahirkan Nabi Ibrahim a.s.
+ Selamat Nabi Ibrahim daripada api Namrud.
+ Selamat Musa dan pengikutnya.
+ Lemas Firaun.
+ Dilahirkan Nabi Isa a.s.
+ Diangkat Nabi Isa kelangit.
+ Diangkat Nabi Idris ke langit.
+ Mendaratnya kapal Nabi Nuh dengan selamat di atas bukit Judy.
+ Nabi Sulaiman diberi kerajaan yang besar.
+ Dikeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan Nun.
+ Nabi Ya’kub dapat melihat kembali selepas daripada menjadi buta.
+ Dikeluarkan Nabi Yusuf daripada telaga buta.
+ Disembuhkan Nabi Ayyub daripada penyakitnya.
+ Hujan yang pertama turun dari langit kebumi.
14 perkara yang sunat dilakukan pada hari Asyura :
1. Melapangkan masa / belanja anak isteri . Fadhilat - Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.
2. Memuliakan fakir miskin. Fadhilat - Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti
3. Menahan marah. Fadhilat - Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang redha
4. Menunjukkan orang sesat. Fadhilat - Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya
5. Menyapu / mengusap kepala anak yatim. fadhilat - Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi tiap-tiap rambut yang di sapunya.
6. Bersedekah. Fadhilat - Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.
7. Memelihara kehormatan diri. Fadhilat - Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.
8. Mandi Sunat. Fadhilat - Tidak sakit (sakit berat)pada tahun itu lafaz niat : sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala.
9. Bercelak. Fadhilat - tidak akan sakit mata pada tahun itu
10. Membaca Qulhuwallah hingga akhir seribu kali. Fadhilat - Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmah diakhirat nanti
11. Sembahyang sunat empat rakaat. Fadhilat - Allah akan mengampunkan dosanya walau telah berlarutan selama 50 tahun melakukannya. lafaz niat : sahaja aku sembahyang sunat hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala. Pada rakaat pertama dan kedua selepas fatihah di baca Qulhuwallah sebelas kali.
12. Membaca “has biallahhu wa nik mal wa kila nikmal maula wa nikmannasiru”. Fadhilat - Tidak mati pada tahun ini
13. Menjamu orang berbuka puasa. Fadhilat - Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.
14. Niat Puasa - Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala.
fadhilat - Diberi pahala seribu kali Haji, seribu kali umrah dan seribu kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.
